calon mahasiswa

Mengapa Magister Teknik Sipil?

Menyelesaikan pendidikan S1 dimasa yg lalu merupakan suatu jaminan masa depan bagi para mahasiswa pada 30-35 tahun yang lalu. Pada saat itu penyandang S1 dan Institusi yang dapat memberikan gelar S1 jauh lebih sedikit  dari pada sekarang, mutu pendidikan pun relatif lebih homogen.  Keadaan saat ini telah berubah dengan drastis. Jumlah penyandang S1 dan jumlah institusi yang berhak memberikan gelar S1 (bahkan S2 & S3) telah meningkat tajam . Patut disayangkan bahwa peningkatan  ini  disertai dengan melebarnya  range mutu pendidikan. Hal ini membawa kita pada pertanyaan “Kalau begitu apakah S2 atau bahkan S3 yang saat ini dapat memberikan jaminan masa depan?” Jawaban singkat atas ini adalah “Tidak”. Range mutu pendidikan dalam tiap - tiap jenjang yang demikian melebar, serta persaingan semakin ketat telah memaksa kita untuk melihat nilai-2 ysng lebih relevan, namun lebih sulit diukur yaitu Kemampuan Individual. Itulah beberapa penyebab mengapa gelar S1 pada saat ini bukan lagi merupakan sesuatu yang dapat diandalkan sebagai bekal masa depan.

Program S2 di UK Petra telah dirancang untuk juga memperhatikan process Transfer Kemampuan selain process Transfer Ilmu. Pada umumnya hal ini hanya bisa dicapai melalui kelas-kelas dengan ukuran kecil,  serta dosen-dosen yang juga memperhatikan perkembangan kerangka pikir mahasiswanya. Inilah yang menjadi sebab mengapa program S2 dengan ratio dosen / mahasiwa yg ideal akan sulit untuk menjadi sumber dana bagi perguruan tinggi. Walaupun tidak menghasilkan keuntungan secara langsung (bahkan merugi) sebuah perguruan tinggi tetap perlu untuk menyelenggarakan  program2  pendidikan tingkat lanjut  (S2 dan S3), sebagai wujud pengabdiannya terhadap  kemajuan akademis ditingkat nasional

Disamping topik yang merupakan lanjutan dari mata kuliah di S1, kurikulum S2 juga dilengkapi dengan topik - topik aktual  yang belum pernah disingung dalam S1. Topik topik ini akan merupakan suatu bekal utama dalam persaingan di level eksekutif. Sebagai contoh, adalah topik-topik seputar keuangan , informatika dan legal. Perbedaan  suasana pendidikan di S2 yang lebih banyak diwarnai oleh diskusi-diskusi serta penalaran  telah memungkinkan topic-topik ini untuk disajikan kepada mahasiswa secara umum tanpa memandang latar belakang pendidikan. Penilaian yang objective tentang manfaat mata kuliah-mata kuliah ini sebagai bekal yang bermanfaat, dapat diperoleh dari para alumnus S2

Melihat hal-hal tersebut diatas maka Progam S2 UK Petra telah dibuka bagi mahasiwa regular, mahasiswa part time (Mereka yang mampu mengalokasikan waktu yg relatif terbatas ) dan mahasiswa professional (non gelar) yang hanya berminat mengambil beberapa topic yang dianggap penting bagi mereka. Perbedaan diantara tiap-tiap golongan dalam program pendidikan S2 Uk Petra  hanyalah  dari sisi biaya serta waktu yang perlu diberikan

 

Jadwal Pendaftaran

  • Semester Genap 2018/2019
    • Pendaftaran dilakukan selambat-lambatnya dilakukan 30 Januari 2019
  • Semester Gasal 2019/2010
    • Pendaftaran dilakukan selambat-lambatnya 31 Juli 2019.

Administrasi Akademik dan Keuangan

Biaya Studi

Biaya untuk mengikuti perkuliahan di Program Studi Magister Teknik Sipil UK Petra dibagi menjadi tiga jalur:

1.       Penuh waktu (full time); Biaya studi adalah biaya paket yang telah ditentukan oleh program studi pada awal studi yang dibayar pada awal setiap semester selama 2 semester pertama.

2.       Paruh waktu (part time); Biaya studi diperhitungkan biaya per sks yang telah ditentukan oleh program studi pada awal studi, minimum mengambil 2 mata kuliah.

3.       Non gelar (Sertifikat); Biaya studi per sks diperhitungkan sesuai dengan jumlah sks yang diambil.

Pengambilan mata kuliah di luar jumlah sks yang telah ditentukan atau pengulangan mata kuliah yang pernah diambil dikenakan biaya sebesar jumlah sks dikalikan harga satuan per sks seperti pada jalur part time.

 

Program Bantuan Mahasiswa Bantuan Akademik

Selama menempuh studi di Universitas Kristen Petra, mahasiswa mendapat pengarahan dan bimbingan dari Ketua Program Studi mengenai hal-hal yang menyangkut masalah akademis, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuannya serta dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Tugas-tugas bimbingan akademik terhadap mahasiswa meliputi:

-          Memberikan pengarahan kepada mahasiswa bimbingan dalam menyusun strategi dan rencana studi.

-          Memberikan motivasi dan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan studinya.

-          Memberikan perhatian atas masalah yang sedang dihadapi mahasiswa, terutama yang terkait atau berdampak kepada prestasi studinya.

Permohonan cuti, aktif kembali serta surat keputusan lain yang langsung bersangkut paut dengan mahasiswa, maka mahasiswa tersebut harus mengisi form dengan memberi tembusan kepada Ketua Program Studi.

 

Bantuan Non-Akademik

Pusat Bimbingan dan Konseling memberi layanan bantuan pemecahan masalah sosial / pribadi kepada keluarga besar Universitas Kristen Petra dan masyarakat sekitar dengan keyakinan bahwa tiap-tiap indovidu sangat berharga dan mempunyai potensi untuk berkembang menjadi pribadi yang dapat memperoleh kepuasan dan kebahagiaan dalam hidup.